Pemda Tanah Datar beberapa tahun ke belakang telah menjalankan program pemberian reward kepada siswa/i dan guru-guru berprestasi di lingkungan Pemda Tanah Datar. Reward ini berupa studi banding ke Malaysia dan Singapura. Program ini merupakan program tahunan dari Pemda. Dengan adanya program reward untuk siswa/i dan guru-guru berprestasi ini diharapkan semakin meningkatkan semangat belajar dan prestasi bagi siswa/i dan guru-guru di Kabupaten Tanah Datar.
Untuk tahun 2019 ini, siswi berprestasi dari SMAN 2 Lintau Buo dan diberi kesempatan untuk menerima reward dari Pemda Tanah Datar adalah Yusnia Dwi Anggraini. Nia, yang menjadi panggilan akrabnya duduk di kelas XII MIPA 2. Melalui blog ini, Nia berkenan untuk membagi sedikit cerita perjalanannya selama studi banding tersebut. Semoga cerita ini dapat menjadi motivasi bagi siswa/i SMAN 2 Lintau Buo yang lain.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Hallo semua, Perkenalkan nama saya
Yusnia Dwi Anggraini, dari kelas XII MIPA 2. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai
pengalaman saya mengikuti study banding internasional
Malaysia-Singapore pada 21-25 Oktober 2019.
Sekedar informasi, bahwa saya mengikuti study banding ini sebagai reward
atau penghargaan yang saya peroleh ketika saya alhamdulillah meraih juara umum pada Tahun ajaran 2018/2019 kemarin. Dan perlu
diketahui bahwa saya berangkat bersama rombongan yang berjumlah 123 orang ,
terdiri dari siswa/i SD, SMP,/MTS SMA/MA dan guru-guru berprestasi beserta beberapa
bapak/ibuk pejabat daerah.Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih banyak
kepada pemerintah Kab. Tanah datar yang telah mengadakan program ini, dan tidak
lupa pula kepada pihak sekolah SMA N 2 Lintau Buo, khususnya kepada Bapak/Ibuk
Guru yang selama ini telah membimbing dan mengajar saya dengan penuh keikhlasan
dan kesabaran. Serta untuk keluarga saya yang selalu mendukung setiap langkah
saya. Baiklah itu sekedar pengantar dan
ucapan terima kasih saya, selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman saya
selama mengikuti study banding internasional Malaysia-Singapore, dan saya
harap kalian suka dan bisa menjadi motivasi
untuk kita semua.
Pada hari senin, 21 Oktober 2019
pukul 13.00 WIB saya beserta rombongan berada di Islamic Center untuk melakukan
persiapan keberangkatan, dan kami diharuskan agar dapat menginap semalam
disana.Selama di Islamic Center, kegiatan yang dilakukan adalah: Pelepasan
rombongan oleh para pejabat daerah, pembagian uang saku, jaket, topi serta
penyampaian hal-hal yang dirasa perlu demi kelancaran perjalanan ini. Dalam
perjalanan ini dibagi menjadi 2 kelompok penerbangan. Kelompok penerbangan 1
berangkat dari Islamic Center menuju Bandara Internasional Minangkabau pada
pukul 03.00 WIB dini hari dan dengan jam penerbangan pukul 08.00 WIB. Sementara
itu, untuk kelompok penerbangan kedua, berangkat dari Islamic Center menuju
Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 06.00 WIB dengan jam penerbangan
pukul 11.00 WIB. Dikarenakan saya mendapatkan kelompok penerbangan kedua, maka
saya hanya akan menceritakan perjalanan kelompok penerbangan kedua saja.
Selasa, 22 Oktober 2019, pesawat kami
berangkat pada pukul 12.00, dan sampai
Di malaysia tepatnya di kuala lumpur internasional airport (KLIA) pada pukul
13.05 WIB.Karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Malaysia adalah 1 jam,
berarti jika dihitung dengan waktu Malaysia, kami tiba pada pukul 14.05 waktu
setempat. Setelah sampai di Malaysia kami dijemput oleh Bis Pariwisata yang
sengaja telah di sewa oleh pemerintah, dan bis ini juga lah yang akan kami
gunakan selama kami melakukan study tour, selain itu kami juga akan dipandu
oleh seorang tour guide yang akan menjelaskan tempat-tempat yang akan kami
kunjungi. Perjalanan pertama kami di Malaysia, kami melakukan City Tour ke
Putra Jaya yakni pusat pemerintahan Malaysia yang terletak diantara kuala
lumpur dan kuala lumpur internasional airport (KLIA) kegiatan yang kami lakukan
disana yakni melakukan sholat dzuhur di masjid putra, dan berfoto-foto di sana, salah satunya di depan bangunan kantor
perdana menteri. Kunjungan selanjutnya ke Dataran Merdeka, Mesjid Negara dan
karena ada waktu senggang kami mampir sebentar di KLCC (menara kembar Petronas)
untuk sekedar melihat-lihat dan berfoto, sayangnya waktu kami sampai di
petronas hari sudah mulai gelap ditambah turunnya hujan, jadi kami hanya
sebentar disana.Setelah itu kami sampai di EDC hotel ,yakni hotel yang akan
kami gunakan selama kami berada di malaysia,lalu kami check-in hotel dan makan
malam juga di hotel tersebut.Setelah makan malam kami semua beristirahat,
karena besok kegiatan kami masih sangat banyak.
Rabu, 23 Oktober 2019, pada pukul
08.00 kami sarapan pagi di hotel, selanjutnya rombongan melakukan kunjungan
sekolah ke Negeri Sembilan (Sekolah kebangsaan senawang 3 dan sekolah menengah
kebangsaan Seri Pagi Senawang), disana kami disambut dengan tarian adat mereka
dan dijamu dengan makanan khas daerah mereka, salah satunya nasi lemak. Selain
itu kami juga diperlihatkan Prestasi apa saja yang telah mereka raih, juga
bagaimana suasana sekolah mereka. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke
Istana Srimenanti, yaitu bangunan yag
dikategorikan suatu warisan sejarah. Istana ini telah berubah fungsi menjadi
museum. Dimana bangunan ini didirikan mengikut kebudayaan masyarakat
minangkabau. Setelah itu kami melanjutkan City Tour ke Pabrik Cokelat, disana
kami di perlihatkan berbagai macam cokelat yang terkenal akan kelezatannya
selain itu disana kami juga bisa membelinya sebagai oleh-oleh. Lalu kami
melanjutkan perjalanan ke Pabrik jam. Karena hari sudah malam, lalu kami makan
malam di Hotel dan beristirahat.
Kamis, 24 Oktober , kami sarapan pagi dan
check-out hotel, karena ini merupakan hari terakhir kami berada di Malaysia.
Selanjutnya rombongan mengunjungi Istana Negara, tapi kami hanya di luarnya saja, untuk sekedar
melihat-lihat dan berfoto ria. Lalu,melakukan kunjungan ke Kedutaan besar
Republik Indonesia (KBRI) ,disana kami disambut dan melakukan tanya jawab
mengenai perbedaan dua negara yakni indonesia dengan malaysia,baik itu dari
segi ekonomi,sosial maupun pendidikan, selanjutnya kami makan siang, dan city
tour ke Genting Highland dengan cable car menuju puncak The Could City ( Kota
Awan). Dari cable car tersebut, kami bisa melihat indahnya pemandangan genting
highland dari ketinggian. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Johor
Bahru, makan malam, dan menuju Singapura( bermalam di perjalanan).Walaupun kami
bermalam di perjalanan, tapi kami tetap menikmati kebersamaan ini.
Jum’at, 25 Oktober 2019, kami sarapan pagi
di tempat peristirahatan, kemudian menuju Singapore. Saat memasuki Singapore
kami diwajibkan ke Imigrasi terlebih dahulu, karena di Singapore terkenal akan
keketatan penjagaannya. Mereka sangat memperhatikan keamanan negara mereka dan
berwas-was jika ada ancaman salah satunya teroris. Dan disini saya ingin
sedikit berbagi pengalaman lucu yang dialami oleh teman saya, dimana saat
menjalani pemeriksaan pasport,dia ditahan oleh petugas imigrasi dengan alasan
bahwa wajah dan namanya mirip dengan teroris. Pada saat itu saya berada pada
dua kondisi, ingin tertawa tapi saat yang bersamaan, saya merasa kasihan dengan
dia. Itu merupakan bukti nyata ketatnya penjagaan di singapore. Di Singapore
pun, mereka juga melarang keras orang merokok
dan memakan permen karet karena
bisa menyebabkan lingkungan mereka menjadi kotor. Oleh karena itulah singapore
merupakan negara yang terkenal akan kebersihannya khususnya pada kawasan
lautnya yang jernih dan bersih dari sampah. Sesampainya di Singapore,kami makan
siang , city tour menuju Merlion Park, dan raffles hill. Disana saya akhirnya
dapat melihat dengan nyata salah satu ikon terkenal dari singapore yakni
merlion park atau patung singa dan saya tidak melewatkan momen ini dengan
berfoto ria. Perjalanan kami selanjutnya yakni Singapura Sains Centre,ini
merupakan sebuah tempat atau lebih tepatnya tempat belajar, dimana disana kita
dapat melihat berbagai koleksi terbesar berbagai ilmu pengetahuan di Singapore.
Dengan lebih seribu pameran interaktif yang mencakupn 14 galeri, scince center
singapore adalah tempat yang ideal untuk mengilhami newton dan einstein
generasi berikutnya. Selanjutnya, kami menaiki kereta bawah tanah menuju Mustafa
Center yakni tempat berbelanja di singapore. Lalu menuju Sentosa yakni sebuah
pulau untuk kami melakukan penyebrangan menuju
Batam dengan kapal,perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampai di
Batam, kami menginap di K-Hotel , check-in dan makan malam.
Sabtu, 26 Oktober 2019, kami sarapan pagi,
dan melanjutkan perjalanan ke Nagoya Plaza, untuk sekedar berbelanja oleh-oleh.
Lalu kami makan siang, check-out hotel, lalu ke Bandara Hang Nadim menuju ke
Padang dengan pesawat ,yang memakan waktu 1jam 10 menit. Sesampainya di Bandara
Internasional Minangkabau (BIM) kami langsung menuju Batusangkar, makan malam
di perjalanan. Dan kegiatan selesai di Indo jelito.
Itulah
pengalaman yang dapat saya bagikan selama saya mengikuti kegiatan study banding
internasional Malaysia-Singapore, dan saya harap ini bisa menjadi cerita yang
akan memotivasi saya dan adik-adik semua
agar bisa belajar lebih giat lagi.
Dan dari perjalanan ini, saya menjadi tau perbandingan
antara 3 negara yakni Indonesia-Malaysia-Singapore , dari segala segi
kehidupan. Dimana ketiga negara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya
masing-masing.
·
Pertama Indonesia,
negara ini terkenal akan banyak jumlah pulaunya, dan beragam suku bangsanya,
menurut saya negara Indonesia memiliki banyak kelebihan, salah satu yang paling
menonjol yakni penduduknya, dimana penduduk indonesia dikenal sebagai salah
satu yang paling ramah di dunia. Dan untuk kelemahannya, menurut saya indonesia kaya akan SDA nya, namun itu semua tidak didukung oleh
kualitas SDM nya, hal ini disebabkan karena kurangnya pendidikan dan pelatihan
yang didapat oleh warga negaranya, sehingga indonesia kebanyakan mengekspor
barang ke luar negeri dengan harga yang relatif murah, lalu selanjutnya mereka
mengimpor barang-barang tersebut dengan harga yang mahal.
·
Kedua yakni Malaysia, negara ini memiliki kebudayaan dan
bahasa yang gak beda jauh dengan Indonesia, dan untuk kelebihannya Malaysia
memiliki kualitas pendidikan yang baik, salah satunya perguruan tinggi di
Malaysia tidak perlu lagi diragukan kualitasnya karena dimonitor dan diatur
oleh Malaysian Qualifications. Dan untuk kekurangannya, Malaysia belum bisa Demokrasi
seperti Indonesia.
·
Terakhir Singapura, negara ini terkenal akan
kebersihanya, apalagi wilayah lautnya yang jernih bebas dari yang namanya sampah,
selain itu pendidikan di Singapura juga bagus. Dan untuk kekurangannya di
Singapura biaya properti tergolong sangat mahal bagi rata-rata kelas menengah.
Bahkan banyak yang berhutang 20-30 tahun untuk melunasi biaya sewa mereka.
Dari ketiga penjabaran tersebut, saya berharap bahwa
kelak Indonesia bisa lebih maju dan tidak tertinggal jauh dari negara lain
khususnya dari segi pendidikannya. Karena saya percaya bahwa anak indonesia
memiliki kemampuan yang sama dengan anak negara lain bahkan mungkin lebih. Tapi
karena sarana dan prasarananya yang kurang mendukung mengakibatkan terjadinya
ketertinggalan dari negara lain.
Sekian cerita pengalaman dari saya,mohon maaf jika ada
kata- kata yang salah, karena disini saya juga masih belajar bagaimana menulis
cerita yang baik dan benar... hehehe:) dan dibawah ini ada lampiran foto- foto
kegiatan saya, semoga bermanfaat bagi
kita semua.... Assalamu’alaikum Wr.Wb











0 comments:
Posting Komentar