Rabu, 13 November 2019

Sepenggal Cerita Siswi Yang Mendapatkan Reward Ke Luar Negeri dari Pemda Tanah Datar Tahun 2019


Pemda Tanah Datar beberapa tahun ke belakang telah menjalankan program pemberian reward kepada siswa/i dan guru-guru berprestasi di lingkungan Pemda Tanah Datar. Reward ini berupa studi banding ke Malaysia dan Singapura. Program ini merupakan program tahunan dari Pemda. Dengan adanya program reward untuk siswa/i dan guru-guru berprestasi ini diharapkan semakin meningkatkan semangat belajar dan prestasi bagi siswa/i dan guru-guru di Kabupaten Tanah Datar.


Untuk tahun 2019 ini, siswi berprestasi dari  SMAN 2 Lintau Buo dan diberi kesempatan untuk menerima reward dari Pemda Tanah Datar adalah Yusnia Dwi Anggraini. Nia, yang menjadi panggilan akrabnya duduk di kelas XII MIPA 2. Melalui blog ini, Nia berkenan untuk membagi sedikit cerita perjalanannya selama studi banding tersebut. Semoga cerita ini dapat menjadi motivasi bagi siswa/i SMAN 2 Lintau Buo yang lain.



Sepenggal Cerita Perjalanan Study Banding Malaysia-Singapore-Batam




Assalamu’alaikum Wr.Wb.


Hallo semua, Perkenalkan nama saya Yusnia Dwi Anggraini, dari kelas XII MIPA 2. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai  pengalaman saya mengikuti study banding internasional Malaysia-Singapore pada 21-25 Oktober 2019.

Sekedar informasi, bahwa saya mengikuti study banding ini sebagai reward atau penghargaan yang saya peroleh ketika saya alhamdulillah meraih juara umum  pada Tahun ajaran 2018/2019 kemarin. Dan perlu diketahui bahwa saya berangkat bersama rombongan yang berjumlah 123 orang , terdiri dari siswa/i SD, SMP,/MTS SMA/MA dan guru-guru berprestasi beserta beberapa bapak/ibuk pejabat daerah.Oleh karena itu saya mengucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah Kab. Tanah datar yang telah mengadakan program ini, dan tidak lupa pula kepada pihak sekolah SMA N 2 Lintau Buo, khususnya kepada Bapak/Ibuk Guru yang selama ini telah membimbing dan mengajar saya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Serta untuk keluarga saya yang selalu mendukung setiap langkah saya. Baiklah  itu sekedar pengantar dan ucapan terima kasih saya, selanjutnya saya akan menceritakan pengalaman saya selama mengikuti study banding internasional Malaysia-Singapore, dan saya harap  kalian suka dan bisa menjadi motivasi untuk kita semua.

Pada hari senin, 21 Oktober 2019 pukul 13.00 WIB saya beserta rombongan berada di Islamic Center untuk melakukan persiapan keberangkatan, dan kami diharuskan agar dapat menginap semalam disana.Selama di Islamic Center, kegiatan yang dilakukan adalah: Pelepasan rombongan oleh para pejabat daerah, pembagian uang saku, jaket, topi serta penyampaian hal-hal yang dirasa perlu demi kelancaran perjalanan ini. Dalam perjalanan ini dibagi menjadi 2 kelompok penerbangan. Kelompok penerbangan 1 berangkat dari Islamic Center menuju Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 03.00 WIB dini hari dan dengan jam penerbangan pukul 08.00 WIB. Sementara itu, untuk kelompok penerbangan kedua, berangkat dari Islamic Center menuju Bandara Internasional Minangkabau pada pukul 06.00 WIB dengan jam penerbangan pukul 11.00 WIB. Dikarenakan saya mendapatkan kelompok penerbangan kedua, maka saya hanya akan menceritakan perjalanan kelompok penerbangan kedua saja.

Selasa, 22 Oktober 2019, pesawat kami berangkat pada  pukul 12.00, dan sampai Di malaysia tepatnya di kuala lumpur internasional airport (KLIA) pada pukul 13.05 WIB.Karena perbedaan waktu antara Indonesia dan Malaysia adalah 1 jam, berarti jika dihitung dengan waktu Malaysia, kami tiba pada pukul 14.05 waktu setempat. Setelah sampai di Malaysia kami dijemput oleh Bis Pariwisata yang sengaja telah di sewa oleh pemerintah, dan bis ini juga lah yang akan kami gunakan selama kami melakukan study tour, selain itu kami juga akan dipandu oleh seorang tour guide yang akan menjelaskan tempat-tempat yang akan kami kunjungi. Perjalanan pertama kami di Malaysia, kami melakukan City Tour ke Putra Jaya yakni pusat pemerintahan Malaysia yang terletak diantara kuala lumpur dan kuala lumpur internasional airport (KLIA) kegiatan yang kami lakukan disana yakni melakukan sholat dzuhur di masjid putra, dan berfoto-foto di  sana, salah satunya di depan bangunan kantor perdana menteri. Kunjungan selanjutnya ke Dataran Merdeka, Mesjid Negara dan karena ada waktu senggang kami mampir sebentar di KLCC (menara kembar Petronas) untuk sekedar melihat-lihat dan berfoto, sayangnya waktu kami sampai di petronas hari sudah mulai gelap ditambah turunnya hujan, jadi kami hanya sebentar disana.Setelah itu kami sampai di EDC hotel ,yakni hotel yang akan kami gunakan selama kami berada di malaysia,lalu kami check-in hotel dan makan malam juga di hotel tersebut.Setelah makan malam kami semua beristirahat, karena besok kegiatan kami masih sangat banyak.

Rabu, 23 Oktober 2019, pada pukul 08.00 kami sarapan pagi di hotel, selanjutnya rombongan melakukan kunjungan sekolah ke Negeri Sembilan (Sekolah kebangsaan senawang 3 dan sekolah menengah kebangsaan Seri Pagi Senawang), disana kami disambut dengan tarian adat mereka dan dijamu dengan makanan khas daerah mereka, salah satunya nasi lemak. Selain itu kami juga diperlihatkan Prestasi apa saja yang telah mereka raih, juga bagaimana suasana sekolah mereka. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Istana Srimenanti, yaitu  bangunan yag dikategorikan suatu warisan sejarah. Istana ini telah berubah fungsi menjadi museum. Dimana bangunan ini didirikan mengikut kebudayaan masyarakat minangkabau. Setelah itu kami melanjutkan City Tour ke Pabrik Cokelat, disana kami di perlihatkan berbagai macam cokelat yang terkenal akan kelezatannya selain itu disana kami juga bisa membelinya sebagai oleh-oleh. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Pabrik jam. Karena hari sudah malam, lalu kami makan malam di Hotel dan beristirahat.
    
Kamis, 24 Oktober , kami sarapan pagi dan check-out hotel, karena ini merupakan hari terakhir kami berada di Malaysia. Selanjutnya rombongan mengunjungi Istana Negara, tapi  kami hanya di luarnya saja, untuk sekedar melihat-lihat dan berfoto ria. Lalu,melakukan kunjungan ke Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) ,disana kami disambut dan melakukan tanya jawab mengenai perbedaan dua negara yakni indonesia dengan malaysia,baik itu dari segi ekonomi,sosial maupun pendidikan, selanjutnya kami makan siang, dan city tour ke Genting Highland dengan cable car menuju puncak The Could City ( Kota Awan). Dari cable car tersebut, kami bisa melihat indahnya pemandangan genting highland dari ketinggian. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru, makan malam, dan menuju Singapura( bermalam di perjalanan).Walaupun kami bermalam di perjalanan, tapi kami tetap menikmati kebersamaan ini.

Jum’at, 25 Oktober 2019, kami sarapan pagi di tempat peristirahatan, kemudian menuju Singapore. Saat memasuki Singapore kami diwajibkan ke Imigrasi terlebih dahulu, karena di Singapore terkenal akan keketatan penjagaannya. Mereka sangat memperhatikan keamanan negara mereka dan berwas-was jika ada ancaman salah satunya teroris. Dan disini saya ingin sedikit berbagi pengalaman lucu yang dialami oleh teman saya, dimana saat menjalani pemeriksaan pasport,dia ditahan oleh petugas imigrasi dengan alasan bahwa wajah dan namanya mirip dengan teroris. Pada saat itu saya berada pada dua kondisi, ingin tertawa tapi saat yang bersamaan, saya merasa kasihan dengan dia. Itu merupakan bukti nyata ketatnya penjagaan di singapore. Di Singapore pun, mereka juga melarang keras orang merokok  dan memakan  permen karet karena bisa menyebabkan lingkungan mereka menjadi kotor. Oleh karena itulah singapore merupakan negara yang terkenal akan kebersihannya khususnya pada kawasan lautnya yang jernih dan bersih dari sampah. Sesampainya di Singapore,kami makan siang , city tour menuju Merlion Park, dan raffles hill. Disana saya akhirnya dapat melihat dengan nyata salah satu ikon terkenal dari singapore yakni merlion park atau patung singa dan saya tidak melewatkan momen ini dengan berfoto ria. Perjalanan kami selanjutnya yakni Singapura Sains Centre,ini merupakan sebuah tempat atau lebih tepatnya tempat belajar, dimana disana kita dapat melihat berbagai koleksi terbesar berbagai ilmu pengetahuan di Singapore. Dengan lebih seribu pameran interaktif yang mencakupn 14 galeri, scince center singapore adalah tempat yang ideal untuk mengilhami newton dan einstein generasi berikutnya. Selanjutnya, kami  menaiki kereta bawah tanah menuju Mustafa Center yakni tempat berbelanja di singapore. Lalu menuju Sentosa yakni sebuah pulau untuk kami melakukan penyebrangan  menuju Batam dengan kapal,perjalanan ini memakan waktu kurang lebih 1 jam. Sesampai di Batam, kami menginap di K-Hotel , check-in dan makan malam.

Sabtu, 26 Oktober 2019, kami sarapan pagi, dan melanjutkan perjalanan ke Nagoya Plaza, untuk sekedar berbelanja oleh-oleh. Lalu kami makan siang, check-out hotel, lalu ke Bandara Hang Nadim menuju ke Padang dengan pesawat ,yang memakan waktu 1jam 10 menit. Sesampainya di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kami langsung menuju Batusangkar, makan malam di perjalanan. Dan kegiatan selesai di Indo jelito.
   
Itulah pengalaman yang dapat saya bagikan selama saya mengikuti kegiatan study banding internasional Malaysia-Singapore, dan saya harap ini bisa menjadi cerita yang akan memotivasi  saya dan adik-adik semua agar bisa belajar lebih giat lagi.

Dan dari perjalanan ini, saya menjadi tau perbandingan antara 3 negara yakni Indonesia-Malaysia-Singapore , dari segala segi kehidupan. Dimana ketiga negara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
·      
      Pertama  Indonesia, negara ini terkenal akan banyak jumlah pulaunya, dan beragam suku bangsanya, menurut saya negara Indonesia memiliki banyak kelebihan, salah satu yang paling menonjol yakni penduduknya, dimana penduduk indonesia dikenal sebagai salah satu yang paling ramah di dunia. Dan untuk kelemahannya, menurut saya indonesia kaya akan SDA nya, namun itu semua tidak didukung oleh kualitas SDM nya, hal ini disebabkan karena kurangnya pendidikan dan pelatihan yang didapat oleh warga negaranya, sehingga indonesia kebanyakan mengekspor barang ke luar negeri dengan harga yang relatif murah, lalu selanjutnya mereka mengimpor barang-barang tersebut dengan harga yang mahal.
·         
    Kedua yakni Malaysia, negara ini memiliki kebudayaan dan bahasa yang gak beda jauh dengan Indonesia, dan untuk kelebihannya Malaysia memiliki kualitas pendidikan yang baik, salah satunya perguruan tinggi di Malaysia tidak perlu lagi diragukan kualitasnya karena dimonitor dan diatur oleh Malaysian Qualifications. Dan untuk kekurangannya, Malaysia belum bisa Demokrasi seperti Indonesia.
·       
     Terakhir Singapura, negara ini terkenal akan kebersihanya, apalagi wilayah lautnya yang jernih bebas dari yang namanya sampah, selain itu pendidikan di Singapura juga bagus. Dan untuk kekurangannya di Singapura biaya properti tergolong sangat mahal bagi rata-rata kelas menengah. Bahkan banyak yang berhutang 20-30 tahun untuk melunasi biaya sewa mereka.

Dari ketiga penjabaran tersebut, saya berharap bahwa kelak Indonesia bisa lebih maju dan tidak tertinggal jauh dari negara lain khususnya dari segi pendidikannya. Karena saya percaya bahwa anak indonesia memiliki kemampuan yang sama dengan anak negara lain bahkan mungkin lebih. Tapi karena sarana dan prasarananya yang kurang mendukung mengakibatkan terjadinya ketertinggalan dari negara lain.

Sekian cerita pengalaman dari saya,mohon maaf jika ada kata- kata yang salah, karena disini saya juga masih belajar bagaimana menulis cerita yang baik dan benar... hehehe:) dan dibawah ini ada lampiran foto- foto kegiatan saya,  semoga bermanfaat bagi kita semua....  Assalamu’alaikum Wr.Wb















         

0 comments:

Posting Komentar